31Aug
Post 4
berita

Masyarakat Diminta Ikut Kawal Seleksi CPNS

ementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) meminta masyarakat untuk ikut serta mengawal proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar terhindar dari KKN. Disinyalir seleksi sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, yang mengatasnamakan pejabat pemerintah dan menjanjikan lulus tes hingga akhirnya diterima menjadi pegawai.

Post 4
berita

Banyak Peminat, Pendaftaran Online CPNS Diperpanjang Sampai 7 September

ehubungan dengan banyak peminat yang ingin mendaftarkan diri menjadi peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) memutuskan untuk memperpanjang penutupan pendaftaran secara online, dari semula 3 September 2014 menjadi 7 September 2014. Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman mengemukakan, akibat membludaknya peminat CPNS yang mendaftarkan diri melalui panselnas.menpan.go.id,situs tersebut sempat mengalami gangguan, sehingga waktu pendaftaran yang semula direncakanan pada 20 Agustus 2014 akhirnya mundur efektif 24 Agustus 2014. Karena itu, Panselnas CPNS memutuskan juga memperpanjang masa pendaftaran CPNS secara online dari jadwal semula 3 September 2014 menjadi 7 September 2014.

Post 4
berita

Presiden SBY Desak Gubernur, Bupati/Walikota Siapkan Ruang Bermain Anak

residen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional 2014 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (6/8), pada pukul 10.00 WIB. Acara ini terasa istimewa karena dihadiri oleh mantan Presiden RI BJ Habibie, dan kerabat 3 (tiga) mantan Presiden RI, yaitu mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurrahmanwahid; anak mantan Presiden RI Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana dan Siti Hediati Soeharto; dan anak mantan Presiden RI Soekarno, Guruh Soekarno Putra

Post 4
berita

Pemerintah Tidak Izinkan ISIS Berkembang di Indonesia

emerintah Indonesia menegaskan tidak mengizinkan paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan kebhinekaan dalam naungan NKRI. "Selain itu, Paham ISIS bukan agama jika dikaitkan dengan ideologi Negara Indonesia maka bertentangan dengan Pancasila."Kata Menkopolhukam Djoko Suyanto melalui keterangan tertulis, Senin (4/8)

Post 4
berita

'Quick Count' Bukan Hasil Akhir, Menko Polhukam: Tunggu Hasil Resmi KPU

enko Polhukam Djoko Suyanto mengajak semua pihak untuk menyikapi dengan tenang klaim kemenangan masing-masing kubu pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yaitu Pravowo Subianto – Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla) dalam Pemilu Presiden (Pilpres), Rabu (9/7) kemarin.