FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 01-2022

    1912

    Pemerintah Dorong Optimalisasi Pertumbuhan Industri Kreatif Indonesia

    Kategori Berita Pemerintahan | adhi004
    Perajin Ahmad Maiyo Satriatama menunjukan wayang buatannya di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/1/2022). Perajin berusia 16 tahun tersebut mulai menggeluti kerajinan wayang sejak empat tahun yang lalu dan hasil karyanya dijual secara daring dengan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp4 juta per buah. - (antarafoto)

    Jakarta Pusat, Kominfo - Indonesia merupakan pangsa yang sangat besar untuk konten-konten industri kreatif digital, di mana menurut data We Are Social jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 202,6 juta jiwa atau 73,7% dari populasi dan 98,5% dari jumlah tersebut menonton video online.

    Saat ini terdapat sekitar lebih dari 8,2 juta jumlah usaha kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fashion, dan kriya. Selain itu, terdapat 4 sub sektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan tercepat yaitu film, animasi, dan video, seni pertunjukan, dan desain komunikasi visual. Pertumbuhan yang pesat di sektor ini didukung oleh semakin tingginya adopsi teknologi digital di masyarakat.

    Berdasarkan publikasi Kemenparekraf, tercatat pada tahun 2019 sub sektor ekonomi kreatif menyumbangkan Rp1.153,4 Triliun PDB atau 7,3% terhadap total PDB Nasional, 15,2% tenaga kerja, dan 11,9% ekspor.

    “Untuk itu, saya sangat mengapresiasi sekali acara Wayang Youth Festival untuk membangkitkan industri kreatif Indonesia yang sekaligus menanamkan kebanggaan bagi anak muda kita untuk menciptakan karya yang memiliki nafas, identitas, dan budaya asli Indonesia sehingga kita tampil berbeda dari konten luar negeri. Terlebih Wayang Kulit Indonesia telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia yang Mengagumkan, hal ini perlu kita angkat terus dan kita lestarikan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dalam acara Wayang Youth Festival, dari Jakarta Pusat, Kamis (13/01/2022).

    Keunggulan di pasar domestik ini menjadi peluang bagi anak-anak bangsa untuk dapat menampilkan konten kreatif dan mendapatkan manfaat ekonomi. Namun demikian, harus siap untuk bersaing dengan banjirnya konten-konten dari luar negeri.

    “Kita harus dapat menghadapi krisis identitas dan budaya akibat masifnya konten tayangan budaya luar yang masih mendominasi di Indonesia dengan berbagai produk atau konten kreatif hasil anak bangsa kita sendiri,” ujar Menko Airlangga.

    Pemerintah akan terus konsisten mendukung pertumbuhan industri kreatif dan menjadikan Industri Kreatif sebagai salah satu sektor yang bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dari sisi Sumber Daya Manusia, Pemerintah telah menginisiasi berbagai program, diantaranya Kartu Prakerja, Digital Talent Scholarship, dan Gerakan Nasional Literasi Digital.

    Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong program infrastruktur digital di antaranya pembangunan jaringan fiber optik Palapa Ring, Menara BTS dan jaringan internet di daerah 3T, perluasan wilayah 4G, pengembangan sistem 5G, peluncuran satelit multifungsi SATRIA, pembangunan beberapa pusat data nasional.

    “Kami berharap program Wayang Youth Festival ini bisa terus dilanjutkan dalam bentuk inkubasi untuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan pembiayaan bagi para pelaku industri kreatif lokal hingga mereka mampu menghasilkan karya asli Indonesia yang menarik mata dunia dan menguntungkan secara ekonomi,” pungkas Menko Airlangga. 

    Berita Terkait

    Presiden Dorong Transformasi Polri Jadi Institusi Modern

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi Indonesia termasuk Polri. Selengkapnya

    Pemekaran Wilayah Papua Untuk Optimalkan Pelayanan

    Wapres adanya pemekaran wilayah Papua dimaksudkan untuk meningkatkan percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pember Selengkapnya

    Presiden Dorong Negara G7 Investasi Sektor Energi Bersih di Indonesia

    Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif. Selengkapnya

    Upaya Pemerintah Tingkatkan Performa Pengelolaan Keuangan Negara yang Inklusif

    Presiden Joko Widodo meyakini, penerapan tata kelola yang baik akan mendorong pencapaian target dan sasaran program. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA