FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 02-2022

    757

    Dukung Agenda Prioritas G20, Indonesia Perkuat Kemitraan dengan OECD

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003

    Jakarta Pusat, Kominfo - Penguatan kemitraan Indonesia dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk Presidensi G20 Indonesia menjadi pembahasan utama antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann.

    Sejalan dengan 3 agenda utama Presidensi G20 Indonesia dalam memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi, Menko Airlangga juga menyampaikan pentingnya kerja sama Pemerintah Indonesia dan OECD.

    “Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan OECD perlu didorong agar menghasilkan deliverables yang konkret. Baik dalam kerangka Presidensi G20 Indonesia, maupun dalam upaya pemulihan global pasca pandemi,” ujar Menko Airlangga dalam diskusi secara virtual dari Jakarta Pusat, Kamis (17/02/2022).

    Menko Airlangga mengungkapkan keterbukaan Pemerintah Indonesia terhadap area yang diusulkan oleh OECD. Adapun beberapa area seperti blended finance, mobilitas dalam masa pandemi baik bagi pebisnis maupun wisatawan, ketenagakerjaan, dan UMKM perlu digarisbawahi sebagai topik kerja sama utama pada Sherpa Track.

    Pada kesempatan ini, Menko Airlangga juga menyampaikan terkait Program Kartu Prakerja sebagai bentuk dukungan Pemerintah bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena terdampak pandemi Covid-19, serta sebagai sarana meningkatkan keahlian bagi para pencari kerja.

    Sekjen Mathias Cormann menyampaikan dukungannya dalam pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia. OECD berkomitmen untuk terus memberikan dukungan substansi dan pengalaman praktis dari OECD selaku salah satu knowledge partner G20.

    Dalam pertemuan tersebut, OECD dan Pemerintah Indonesia melakukan penjajakan mengenai area dan bentuk-bentuk kerja sama yang dapat dimanfaatkan guna pencapaian tujuan Presidensi G20 Indonesia. Adapun dari pembahasan ini, OECD menyampaikan beberapa usulan kerja sama yang dapat menjadi perhatian pada 5 area, antara lain skema pembiayaan campuran (blended finance), investasi bersih dan energi bersih, kerangka inklusif dalam perpajakan karbon, fasilitasi untuk mobilitas yang aman, serta forum antara G20 dan OECD yang membahas kebijakan UMKM.

    Turut hadir dalam pertemuan ini baik secara luring maupun daring mendampingi Menko Airlangga yaitu Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Ferry Ardiyanto. Sementara  Sekretaris Jenderal OECD didampingi oleh Direktur Hubungan Global OECD Andreas Schaal. 

    Berita Terkait

    Kunjungan ke Ukraina Wujud Kepedulian Indonesia untuk Ukraina

    Dengan kemampuan yang ada, rakyat dan pemerintah Indonesia berusaha memberikan kontribusi bantuan termasuk obat-obatan dan komitmen rekonstr Selengkapnya

    Indonesia dan Inggris Sepakat Perkuat Kerja Sama Bidang EBT

    Hal lain yang disampaikan Presiden Joko Widodo dan PM Boris Johson adalah keduanya bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang energi b Selengkapnya

    Indonesia- India Bahas Penguatan Kerja Sama Pangan

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kuat India terhadap Presidensi G20 Indonesia. Selengkapnya

    Dirjen WHO Apresiasi Kepemimpinan Indonesia di G20 dan Penanganan Covid-19

    Menurut Dirjen WHO, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pencapaian terbaik di bidang vaksinasi dibandingkan dengan negara-negara la Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA