FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 04-2022

    265

    Balkondes Karangrejo, Wujud Nyata Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

    Kategori Berita Pemerintahan | adhi004

    Magelang, Kominfo – Usai meninjau kesiapan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur mengantisipasi lonjakan pengunjung pada libur lebaran, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengunjungi Bale Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo, di Dusun Bumen Djelapan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (21/04/2022).

    Pada kesempatan tersebut, Wapres melihat secara langsung sinergi antara badan usaha milik negara, dalam hal ini Perusahaan Gas Negara (PGN), dengan masyarakat di Desa Karangrejo dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis energi ramah lingkungan.

    Kolaborasi PGN dengan Balkondes Karangrejo diwujudkan dengan pembangunan pipa gas sepanjang 3.900 meter untuk melayani 204 sambungan jaringan gas bumi rumah tangga warga sekitar Balkondes. Selanjutnya gas bumi juga digunakan untuk water heater homestay Balkondes, meja obor beberapa lokasi dan obor api di beberapa titik.

    “Sekarang dengan adanya Balkondes support dari BUMN ini desa kami sudah teraliri gas Bapak, jadi warga masyarakat 250 kepala keluarga ini tidak perlu membeli tabung gas elpiji, tapi cukup tinggal ‘cetrek’ mereka membayar bulanan. Dan itu harganya lebih murah ketimbang masyarakat membeli tabung elpiji,” papar Hely.

    Di sisi lain, Hely juga memaparkan manfaat lain yang dirasakan masyarakat dengan adanya kolaborasi ini. Manfaat tersebut diantaranya penciptaan lapangan kerja yang berdampak pada peningkatan kondisi ekonomi masyarakat.

    “Secara ekonomi alhamdulillah sudah lebih meningkat. UMKM juga dorongan dari semua lini sudah ada,” imbuhnya.

    Adapun implementasi nyata keberhasilan ini, lapor Hely, adalah dengan kontribusi yang diberikan oleh Balkondes Karangrejo kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2021.

    “Di tahun 2021 Alhamdulillah walaupun selama 1 tahun itu tutup sekitar 4 bulan, masih memberikan PAD kepada pemerintah desa itu sebesar Rp.184 juta. Itu yang menjadi kebanggaan kami,” ungkap Hely.

    “Kami banyak mempekerjakan masyarakat Karangrejo yang dulunya mungkin banyak selepas lulus SMA, SMP, mencari kerja, sekarang justru banyak masyarakat sekarang malah pulang untuk bekerja di sini,” tambahnya.

    Menanggapi hal tersebut, Wapres memberikan apresiasi dan dukungan penuh untuk keberlanjutan sinergi ini. Sebab, Wapres dengan besarnya potensi alam dan potensi wisata yang ada di Indonesia, sinergi ini akan memberikan dampak besar tidak hanya bagi negara, tapi juga bagi masyarakat sekitar.

    “Jadi ini pengaruh daripada pengaruh destinasi pariwisata Borobudur sekarang, ini berdampak pada masyarakat,” tutur Wapres.

    “Yang penting bisa mengungkit ekonomi masyarakat. Sebenarnya Indonesia ini semua destinasi wisata, di mana-mana indah,” pungkasnya.

    Selain berbincang dengan Kepala Desa Karangrejo, di lokasi ini Wapres juga menyaksikan penyerahan bantuan untuk program BAZNAS Santripreneur kepada 3 orang perwakilan santri.

    Hadir mendampingi Wapres dalam acara ini Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Ibu Atikoh Ganjar Pranowo, Kepala BAZNAS Noor Achmad, dan Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

    Berita Terkait

    Dua Minggu Lagi, Pemerintah Terapkan Kebijakan Vaksin Booster Jadi Syarat Mobilitas

    Penerapan kebijakan baru tersebut dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah. Selengkapnya

    Wapres Pastikan Perlindungan kepada Masyarakat akan Terus Dilakukan

    Santunan yang diserahkan Wapres berasal dari 35 ribu lebih klaim manfaat program BPJAMSOSTEK di Provinsi NTB selama periode Juni 2021 hingga Selengkapnya

    Wajah Baru Sarinah, Wapres: Upaya Nyata Tingkatkan Standar dan Perluas Pasar UMKM

    Peningkatan mutu dan standar ini dapat terlihat dengan jelas. Sebab, sebelum sebuah produk dapat memasuki etalase, telah dilakukan penyaring Selengkapnya

    Subvarian Omicron Terdeteksi, Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Waspada

    Menkes mengatakan bahwa Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 menyebabkan kenaikan kasus di berbagai negara. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA