FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 05-2022

    313

    Presidensi G20 Momentum Indonesia Raih Kepercayaan Investor Global

    Kategori Berita Pemerintahan | doni003

    Jakarta Selatan, Kominfo - Momentum Presidensi Indonesia di Group of 20 (G20) harus dimanfaatkan untuk mendorong penguatan sektor industri di tengah kondisi dunia yang dilanda krisis multidimensional akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun. Kegiatan ini memiliki kekuatan politik dan ekonomi serta kapasitas untuk mendorong pemulihan, sesuai dengan tema Presidensi G20 tahun 2022, yaitu “Recover Together, Recover Stronger".

    “Presidensi Indonesia di G20 fokus pada tiga sektor prioritas yang dinilai menjadi kunci bagi pemulihan yang kuat dan berkelanjutan, yakni arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital dan ekonomi,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi di Jakarta Selatan, Jumat (13/05/2022).

    Doddy menyampaikan, pihaknya beberapa waktu lalu menggagas Seminar Nasional dengan mengambil tema Penguatan Industri di Tengah Momentum Presidensi G20, yang dihadiri lebih dari 700 peserta dari kalangan pemerintahan, akademisi, praktisi, industri, asosiasi industri. “Seminar nasional ini mengangkat tema pembahasan untuk dua sektor prioritas, yaitu transformasi digital dan transisi energi,” tuturnya.

    Seminar nasional Presidensi G20 tersebut menyajikan 58 naskah ilmiah yang terkait dengan tema transformasi digital dan energi berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini bisa mendorong peningkatan kompetensi SDM industri dan ASN melalui diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

    “Hasil seminar akan menjadi prosiding yang terdaftar dalam ISBN yang diterbitkan dan diproses secara e-Jurnal di Kemenperin. Jurnal ini dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan, pemahaman yang baru untuk jadi bahan pertimbangan keputusan oleh berbagai pihak,” ungkap Doddy.

    Doddy melanjutkan, melalui Presidensi G20, Indonesia punya peluang besar untuk meraih kepercayaan investor global. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan sektor industri dan penciptaan lapangan kerja, yang berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi nasional.

    “Sepanjang tahun 2021, sektor industri pengolahan nonmigas memiliki kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 17,36%, yang sumbangsihnya antara lain dari sektor industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, serta industri barang logam,” paparnya.

    Melihat pentingnya sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan global, pada Presidensi G20 tahun ini dimasukkan pembahasan isu industri secara khusus dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG).

    Kemenperin menaruh harapan besar kepada sektor industri manufaktur untuk dapat memanfaatkan penyelenggaraan Presidensi G20, dapat dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman industrialisasi, di negara maju.

    “Hal ini bertujuan meningkatkan peran industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan guna mengatasi disrupsi rantai pasok dunia, dan tentunya akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi,” jelas Doddy.

    Berita Terkait

    Presiden Dorong Gotong Royong Bangun Kemandirian Pangan

    Di bidang pangan, Presiden mendorong seluruh pihak untuk bergotong-royong dalam membangun kemandirian pangan dan berdikari di urusan pangan. Selengkapnya

    Presiden RI dan Presiden Jerman Sepakati Sejumlah Kerja Sama

    Indonesia dan Jerman juga sepakat untuk meningkatkan investasi di bidang industri berteknologi tinggi, termasuk sektor kendaraan listrik. Selengkapnya

    Wapres Minta Pelaku EKS Indonesia Perkuat Kerja Sama Internasional

    Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar produk halal. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan daya saing produk halal di pasar global, ke Selengkapnya

    Wapres Dorong Manfaatkan Presidensi G20 untuk Tawarkan Ekonomi Syariah Solusi Pemulihan Ekonomi Global

    Wapres mengharapkan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dapat memanfaatkan Presidensi G20 Indonesia untuk menawarkan ekonomi syariah Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA