FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 05-2022

    334

    Sidang Kedua DEWG G20 Rampungkan Isu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi

    Kategori Berita Kominfo | mth
    Menkominfo Johnny G Plate didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang juga menjadi Chair DEWG G20 2022, Mira Tayyiba, serta Juru Bicara Kementerian Kominfo sekaligus Alternate Chair DEWG G20 2022, Dedy Permadi, saat konferensi pers 2nd DEWG G20 2022 Meeting di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (18/5/2022). - (Humas/AYH)

    Yogyakarta, Kominfo – Sidang kedua Kelompok Kerja Digital atau Digital Ecoomy Working Group (2nd DEWG) G20 Meeting 2022 di Yogyakarta pada 17-18 Mei 2022, telah berakhir.

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, para delegasi yang hadir baik secara fisik dan daring telah menuntaskan diskusi isu konektivitas dan pemulihan pascaCovid-19.

    “Pembahasan pada pertemuan DEWG G20 kedua ini difokuskan pada isu prioritas pertama yakni konektivitas dan pemulihan pasca pandemi,” ujar Menkominfo saat konferensi pers 2nd DEWG G20 2022 Meeting di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

    Turut mendampingi Menkominfo Johnny G Plate, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang juga menjadi Chair DEWG G20 2022, Mira Tayyiba, serta Juru Bicara Kementerian Kominfo sekaligus Alternate Chair DEWG G20 2022, Dedy Permadi.

    Dikatakan Menteri Johnny, sidang kedua DEWG ini melanjutkan berbagai hal yang telah didiskusikan pada saat pre-meeting workshop, dan saat pertemuan DEWG pertama pada Maret 2022 lalu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Dalam dua pertemuan tersebut, para delegasi telah melakukan diskusi dan pertukaran informasi antara anggota negara G20 terkait tiga isu prioritas DEWG untuk mewujudkan percepatan transformasi digital secara global.

    “Ketiga isu prioritas tersebut antara lain konektivitas dan pemulihan pascapandemi Covid-19, keterampilan digital dan literasi digital, serta data free flow with trust dan cross border data flow,” jelasnya.

    Lebih lanjut Menteri Johnny menjelaskan, pemerintah Indonesia sebagai pengampu DEWG telah berkonsultasi dengan negara-negara anggota G20 dan para mitra akademisi (knowledge partner), baik lokal maupun global, sebagai tindak lanjut atas kedua pertemuan tersebut.

    Seluruh masukan tersebut menurutnya telah dicatat, dirangkum, dan diolah menjadi rancangan deklarasi yang telah diperkenalkan sebagai Bali Package.

    “Dokumen Bali Package inilah yang nantinya mencerminkan komitmen G20 dalam mencapai pemulihan yang tangguh melalui kerja sama untuk transformasi digital yang inklusif, yang berdaya dan yang berkelanjutan,” katanya.

    Dalam penyusunan Bali Package, pembahasan pada pertemuan DEWG kedua ini difokuskan pada isu prioritas pertama, yakni konektivitas dan pemulihan pascapandemi.

    “Kami juga berterimakasih kepada partisipan yang telah menunjukkan komitmen partisipan walaupun ada perbedaan waktu atau zona waktu,” tandasnya.

    Penulis: Wahyu Sudoyo

    Editor: Taofiq Rauf

    Berita Terkait

    Delegasi DEWG G20 Labuan Bajo Ketagihan Kopi Tuk Asal Flores

    Dalam pertemuan ketiga DEWG itu, para pelaku UMKM diajak untuk mempromosikan produknya melalui pameran UMKM. Selengkapnya

    Dirjen IKP: DEWG G20 Ikut Kembangkan Keterampilan Digital Pelaku UMKM

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong menyatakan hal itu berlangsung melal Selengkapnya

    Pertemuan Ketiga DEWG G20 Labuan Bajo Terapkan Prokes Ketat

    Sistem bubble diberlakukan, untuk membatasi kontak antarorang yang beraktivitas pada kegiatan G20 dengan orang di luar atau dengan kelompok Selengkapnya

    Jadi Agenda DEWG G20, Sekjen Kominfo: Revitalisasi Pariwisata Lewat Transformasi Digital

    Pemerintah tengah melaksanakan program strategis untuk pemulihan sektor pariwisata di tanah air. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA