FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    23 05-2022

    208

    Menteri Bahlil: WEF 2022, Forum Kolaborasi untuk Industri Hijau

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Davos, Kominfo Menteri Investiasi dan Kepala Badan Kordinasi Penananaman Modal, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa World Economic Forum (WEF) 2022, selayaknya menjadi forum kolaborasi dunia untuk mewujudkan ekonomi dan industri hijau.

    "Dunia harus berkolaborasi untuk mewujudkan visi lingkungan global maupun negara masing-masing, melalui green industry dan green economy," ujar Bahlil, usai peresmian Paviliun Indonesia di WEF 2022 Davos, Swiss, Senin (23/05/2022).

    Peresmian Paviliun Indonesia di WEF 2022 Davos ini dilakukan dengan pemotongan pita oleh Menko Perekonomian, Menkominfo Johnny G. Plate, Menteri Imvestasi Bahlil Lahadalia, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo, Duta Besar (Dubes) RI untuk Swiss, Muliaman Hadad, dan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Arsjad Rasjid.

    Bahlil, yang juga Kordinator Penyelenggara Partisipasi Indonesia di WEF 2022 Davos mengatakan, kolaborasi tersebut penting karena dunia masih menerapkan standar ganda dalam mewujudkan visi lingkungan global.

    Bahlil mencontohkan pada WEF 2021, Indonesia mendeklarasikan penyetopan ekspor nikel. Melalui kebijakan itu, Indonesia  ingin mengembangkan ekosistem industri baterai untuk mobil listrik yang lebih ramah lingkungan. "Tapi sejumlah negara lain memprotes kebijakan itu," cetusnya.

    Contoh lain, lanjut Bahlil, terjadi ketika Indonesia menyetop ekspor batu bara yang dianggap mencemari lingkungan. "Tetapi, negara-negara lain juga protes," katanya.

    Contoh lain lagi, sambung Bahlil, Indonesia baru-baru ini juga memberhentikan ekspor Crud Palm Oil (CPO) yang berasal dari sawit karena dianggap merusak lingkungan, sehingga banyak negara kemudian melarangnya.

    Padahal, kata Bahlil, Indonesia mengelola CPO dengan memperhatikan aspek lingkungan. "Lagi-lagi banyak negara protes," ujarnya.

    Indonesia, menurut Bahlil, terbuka untuk investasi di sektor industri hijau. "Indonesia  terbuka untuk investasi di sekror insutri hijau, termasuk sektor energi vari dan terbarukan. Indonesia punya sumber alam dan energi melimpah," ungkapnya. 

    Berita Terkait

    Pendaftaran Pahlawan Digital UMKM 2022 Resmi Dibuka, Jadilah Bagian untuk Bantu UMKM Naik Kelas

    Peran para Pahlawan Digital UMKM juga dibutuhkan untuk mencapai target 30 juta pelaku UMKM masuk ekosistem digital pada 2024, sebagaimana di Selengkapnya

    Semester Pertama 2022, Aduan Konsumen Didominasi Sektor Niaga-El

    Dominasi sektor niaga-el tersebut didorong pembatasan sosial yang menjadikan banyak sektor bisnis beralih ke transaksi digital dengan menawa Selengkapnya

    Gernas BBI Wujud Kolaborasi Bangkitkan IKM Saat Pandemi

    Gernas BBI menjadi role model dalam pengembangan dan pemberdayaan IKM berbasis potensi daerah. Sasarannya antara lain meningkatkan daya sain Selengkapnya

    Pemerintah Dorong Pelaku Industri Fesyen Perkuat Digitalisasi

    Pemerintah mendorong pelaku industri fesyen tanah air memperkuat digitalisasi serta aspek keberlanjutan untuk dapat menghasilkan produk-prod Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA