FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    29 05-2022

    163

    Kemenparekraf Ajak Pelaku Pariwisata Turut Aktif Tanggulangi Bencana

    Kategori Berita Pemerintahan | Viska

    Jakarta Pusat, Kominfo - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak pelaku pariwisata untuk turut mengambil peran aktif dalam menanggulangi bencana demi mewujudkan industri pariwisata yang berkelanjutan.

    Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, dalam pernyataannya, di Jakarta Pusat, Minggu (29/05/2022), menyampaikan pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berkomitmen membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

    "Salah satu opsi menanggulangi bencana adalah pariwisata yang berkelanjutan. Pelaku pariwisata pun berperan penting dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ini yang harus kita lakukan, bagaimanapun ini kita adalah masyarakat yang hidup di ring of fire," ujar Fajar.

    Fajar mendorong pelaku pariwisata untuk melakukan upaya mitigasi bencana di destinasi wisata. Misalnya, dengan menyiapkan alat-alat yang pengamanan (safety) dalam melaksanakan tanggap darurat ketika terjadi bencana.

    "Maka yang harus disiapkan oleh destinasi pariwisata kita adalah alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan tanggap darurat ketika bencana itu terjadi," ujarnya.

    Kolaborasi pun diperlukan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana dalam mewujudkan rencana manajemen terpadu. Misalnya, dalam pemanfaatkan data dan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk manajemen krisis kepariwisataan agar mampu mengantisipasi dalam menghadapi bencana di Tanah Air.

    "Kita tidak bisa sendiri dalam pencegahan dan menanggulangi bencana. Diperlukan koordinasi erat antar K/L, misalnya dengan BNPB," ujar Fajar. 

    Kemenparekraf telah memiliki kerangka kerja terkait manajemen krisis parekraf mulai dari Fase Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Fase Tanggap Darurat, Fase Pemulihan, dan Fase Normalisasi.

    Fajar melanjutkan, Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang telah dilaksanakan 23-28 Mei 2022 di Bali menjadi momentum untuk mendiskusikan perkembangan dalam Penanggulangan Risiko Bencana (PRB).

    "Dengan momentum adanya GPDRR di Bali ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk segera atau menyegerakan kesiapsiagaan kita mulai dari pra sampai pascabencana," ujarnya.

    Berita Terkait

    Wapres Ajak Masyarakat Bangkit dari Pendemi dan Siap Hadapi Tantangan Resesi

    Bahkan semangat tersebut, kata Wapres, bukan hanya untuk bangsa Indonesia tetapi juga seluruh bangsa di dunia. Selengkapnya

    Presiden Tekankan Pentingnya Peningkatan Sistem Kesehatan di Tanah Air

    Presiden meyakini bahwa RSUD dr. Soedarso yang memiliki luas tanah 26,63 hektare tersebut memiliki fasilitas modern yang mampu melayani dan Selengkapnya

    Majukan Desa Melalui BUMDes, Perlu Partisipasi Aktif Tokoh dan Masyarakat

    Pembangunan desa merupakan salah satu penopang keberhasilan pembangunan Indonesia di masa depan. Selengkapnya

    Dukung Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara

    Sulawesi Tenggara dikenal dengan ragam daya tarik wisata alam. Salah satunya yang paling dikenal adalah wisata bahari di Wakatobi. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA