FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    28 06-2022

    214

    Wapres Dorong MUI Ambil Langkah Strategis Jalankan Peran Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah

    Kategori Berita Pemerintahan | adhi004

    Jakarta Pusat, Kominfo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memainkan peran sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan mitra pemerintah (shadiqul hukumah). Kedua peran ini harus terus dilanjutkan. Untuk itu, perlu ada langkah-langkah strategis yang dimiliki MUI.

    “Hari ini saya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan melakukan perbincangan masalah-masalah ke-MUI-an agar program-program MUI terus hidup, baik yang menyangkut shadiqul hukumah (mitra pemerintah), supaya program kemitraan dengan pemerintah lebih diperjelas dalam aspek-aspek yang memang terkait dengan MUI, dan juga program yang disebut khadimul ummah (melayani umat),” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam keterangan persnya seusai menghadiri Rapat Pimpinan MUI, di Kantor MUI, Jalan Proklamasi Nomor 51, Jakarta Pusat, Selasa (28/06/2022).

    Pada kesempatan tersebut, Wapres juga menanggapi pertanyaan dari media seputar isu-isu terkini. Pertama, sebagai antisipasi kelangkaan harga daging kurban akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Wapres mengemukakan bahwa pemerintah akan menjaga kecukupan stok daging kurban dengan mendatangkan dari daerah-daerah yang tidak terkena wabah PMK. Upaya tersebut, lanjut Wapres, tentu diikuti dengan pengendalian dari sisi harga.

    “Pemerintah membantu agar kurban-kurban yang memang kekurangan itu bisa cukup dan mengendalikan harganya,” ucapnya.

    Kaitan isu tersebut, sambung Wapres, pihak MUI pun sudah mengeluarkan fatwa mengenai panduan pelaksanaan ibadah kurban di tengah wabah PMK, salah satunya, dengan memperbolehkan hewan yang terkena PMK bergejala klinis ringan sebagai daging kurban.

    “Untuk kurban, kalau ringan, menurut fatwa MUI ya, masih bisa dipakai,” jelas Wapres.

    Kemudian isu kedua yang ditanyakan media terkait dengan legalisasi ganja untuk kesehatan, Wapres menerangkan bahwa fatwa MUI selama ini melarang penggunaan ganja. Namun menurutnya, MUI perlu membuat pengecualian bagi kesehatan melalui fatwa baru yang mengatur kriteria kebolehan penggunaan ganja untuk kesehatan.

    “Saya minta MUI nanti segera membuat fatwanya untuk dipedomani, jangan sampai berlebihan dan menimbulkan kemudaratan,” ungkapnya.

    Menutup keterangan persnya, Wapres menanggapi terkait dengan ketidakselarasan keputusan Pengadilan Negeri Surabaya yang melegalkan pernikahan beda agama dengan fatwa MUI.

    “Kalau fatwanya, sudah ada sejak dulu, sejak saya sebagai Ketua Komisi Fatwa,” papar Wapres.

    “Dari sisi fatwa MUI, tidak sejalan ya. Nanti ada langkah hukum di Komisi Hukum MUI, akan dibahas di MUI karena memang fatwanya tidak boleh,” pungkasnya.

    Rapat yang digelar di MUI ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan MUI, antara lain, Marsudi Syuhud, Basri Bermanda, M. Cholil Nafis, M. Asrorun Ni’am Sholeh, dan Amirsyah Tambunan.

    Sementara Wapres didampingi oleh Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah, Masduki Baidlowi, dan Lukmanul Hakim serta Asisten Staf Khusus Wapres Sholahudin Al Aiyub.

    Berita Terkait

    Wapres Ajak Masyarakat Bangkit dari Pendemi dan Siap Hadapi Tantangan Resesi

    Bahkan semangat tersebut, kata Wapres, bukan hanya untuk bangsa Indonesia tetapi juga seluruh bangsa di dunia. Selengkapnya

    Antisipasi Krisis Pangan, Presiden Dorong Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Lahan Tidak Produktif

    Setidaknya 300 juta orang berada pada situasi kekurangan pangan akut dan kelaparan yang sudah mulai terjadi di beberapa negara. Selengkapnya

    Presiden Ungkap Tiga Hal yang Akan Dongkrak Daya Saing Indonesia

    Untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain, dibutuhkan setidaknya tiga fondasi utama, yakni infrastruktur, hilirisasi dan industrialisas Selengkapnya

    Presiden Dorong Jajarannya Serap Pendapat dan Usul dari Masyarakat terkait RKUHP

    Pembahasan RUU yang mencakup lebih dari 700 pasal ini sudah memasuki tahap akhir dengan 14 permasalahan yang masih harus didiskusikan. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA