FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 07-2022

    354

    Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemerintah Akselerasi Inklusi Keuangan

    Kategori Berita Pemerintahan | adhi004
    Pekerja membongkar muat ikan hasil tangkapan nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (6/7/2022). Kementerian Kelautan dan Perikanan memperluas akses ekspor bagi nelayan skala kecil dengan mengatur penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan penyederhanaan proses perizinan. - (antarafoto)

    Jakarta Pusat, Kominfo - Pemerintah terus gencar melakukan berbagai inisiatif program keuangan inklusif bagi semua kelompok masyarakat. Hal itu merupakan upaya untyk memperkuat strategi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional.

    “Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dari reformasi struktural menuju ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif dalam sambutannya secara virtual dalam Seminar Nasional Percepatan Inklusi Keuangan bagi Petani, Peternak, dan Nelayan – Parallel Event G20 Indo Livestock Expo & Forum 2022, secara virtual dair Jakarta Pusat, Rabu (06/07/2022).

    Menurut Menko Perekonomian, sektor agrikultur merupakan salah satu sektor terbesar penopang pertumbuhan ekonomi. Dengan besarnya kontribusi dan peran sektor agrikultur terhadap perekonomian nasional.

    "Salah satu kelompok sasaran prioritas keuangan inklusif sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yakni pelaku UMKM, petani, peternak, dan nelayan," tegasnya.

    Oleh karena itu, Pemerintah berupaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan dengan berkolaborasi bersama seluruh stakeholders khususnya kementerian, lembaga, anggota Dewan Nasional Keuangan Inklusif, BUMN/BUMD, berbagai asosiasi di sektor agrikultur, dan mitra keuangan inklusif lain.

    "Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan literasi keuangan dan keterampilan digital khususnya bagi petani, peternak, dan nelayan sebagai salah satu upaya transformasi ekonomi yang inklusif dan produktif dengan meningkatkan transfer of knowledge dan teknologi serta pendampingan kemitraan," ujar Menko Airlangga.

    Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga berharap forum strategis tersebut dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam sekaligus menginspirasi gagasan inovatif agar dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi strategi percepatan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Saya berharap forum yang mendorong kolaborasi dan inovasi ini menjadi momentum untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi melalui pengelolaan supply dan demand yang baik, mempermudah penyaluran subsidi, serta mendorong regenerasi dengan melahirkan petani, peternak, dan nelayan milenial,” ungkapnya.

    Hadir dalam acara itu Anggota DPR RI, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Direksi BUMN/BUMD Perbankan dan Penjaminan, dan mitra keuangan inklusif lainnya. 

    Berita Terkait

    Wapres Minta Optimalkan Media Sosial Sebagai Sarana Penguat Ukhuwah Islamiyah

    Wapres juga berharap agar para mujahid digital membuat program-program edukasi bagi masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Selengkapnya

    Tekan Inflasi, Pemerintah Pusat dan Daerah Perlu Bersinergi Cukupi Supply Chain dan Pasokan Pangan

    Pemerintah terus mengupayakan kestabilan harga di seluruh daerah melalui kerja sama, antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selengkapnya

    Wapres Imbau Pemerintah Negara G20 Wujudkan Dunia Kerja Inklusif

    Wapres mengimbau pemerintah negara-negara anggota G20 agar, pertama, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan aman bagi pekerja. Selengkapnya

    Jadi Acuan Pembangunan Berbasis Spasial, Pemerintah Dorong Akselerasi Kebijakan Satu Peta

    Rakernas bertujuan memberikan ide dan terobosan untuk percepatan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA