FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    28 07-2022

    586

    Program ASO Dukung Percepatan Transformasi Digital

    Kategori Berita Kominfo | adhi004

    Bandung, Kominfo - Program penghentian siaran analog atau analog switch off  (ASO) mendukung percepatan transformasi digital, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyukseskan program ASO.

    “Pak Presiden (Joko Widodo) sudah mencanangkan mempercepat transformasi digital dan itu bisa terjadi kalau migrasi siaran analog ke digital ini selesai,” ujar Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia dalam Webinar Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Bantuan STB Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI dari Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/07/2022).

    Direktur Geryantika mengatakan pelaksanaan program ASO akan memungkinkan digital dividend. Dengan adanya penghematan penggunaan spektrum frekuensi radio memungkinkan pemanfaatan untuk layanan  internet broadband atau internet kecepatan tinggi, seperti jaringan 5G yang telah diujicoba di beberapap kota, termasuk pada saat MotoGP Mandalika pada Maret 2022 lalu.

    "Sebab, setiap satu frekuensi kanal siaran analog bisa dipergunakan untuk 6-12 siaran digital, tergantung ukuran kanalnya. Jumlah frekuensi yang digunakan untuk TV analog saat ini hampir 378. Gara-gara efisiensi dari satu frekuensi bisa digunakan enam sampai 12  itu, jumlah TV sekarang 697 karena (migrasi) tv analog itu bisa dimasukkan dalam frekuensi hanya 172,” jelasnya.

    Menurut Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, digital dividend juga bisa dipergunakan untuk menambah cakupan jaringan internet ke berbagai wilayah yang belum terjangkau siaran TV analog, terutama daerah di daerat terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

    “(masalah) itu bisa selesai jika ASO selesai pada 2 November 2022. Makanya jangan sampai ditunda-tunda karena itu amanat Undang-Undang (UU). Presiden, pemerintah dan DPR yang membuat itu, jangan sampai dilanggar,” katanya.

    Lebih lanjut Direktur Geryantika menjelaskan, tersedianya tambahan jaringan dan kecepatan internet, sebagai dampak positif program ASO, akan menimbulkan efek berganda (multiplayer effect).

    "Misalnya menyediakan lapangan pekerjaan sebagai pembuat konten (content creator) memasak hingga berjualan di media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya untuk menyewa tempat," ujarnya.

    Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo menyatakan lapangan pekerjaan itu dinilai bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari anak sekolah hingga ibu rumah tangga yang ingin memasarkan kue atau produk masakannya.

    “Kalau internetnya sudah merata, potensi ekonominya bisa jadi seluruh Indonesia. Jadi bukan sekedar hanya migrasi analog ke digital,” tandasnya.

    Hadir dalam webinar itu secara langsung antara lain Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Junico BP Siahaan, dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (Fikom Unpad) Dadang Rahmat Hidayat.

    Berita Terkait

    Jelang ASO Masyarakat Sulawesi Selatan Siap Beralih ke Siaran Digital

    Kesiapan itu terungkap melalui jejak pendapat secara periodik yang dilakukan Kementerian Kominfo, pada Juli 2022. Selengkapnya

    ESCAP Dukung Inisiatif Kecakapan dan Literasi Digital DEWG G20 Indonesia

    Inisiatif Indonesia tersebut mendapat dukungan dari United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific/ESCAP atau Komisi Selengkapnya

    12 Stan Ramaikan Pameran Transformasi Digital ITF-DEWG G20

    Pameran itu diharapkan dapat menjadi platform untuk memfasilitasi negara anggota G20 dan ITF-DEWG untuk berinteraksi, berjejaring, serta mem Selengkapnya

    Menteri Johnny Akan Pimpin Pertemuan Menteri Ekonomi Digital G20

    Menteri Johnny juga menjadwalkan agenda pertemuan bilateral dengan negara anggota G20 sebelum pertemuan DEMM berlangsung. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA