FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 09-2022

    388

    Terapkan Islam Washatiyyah di Indonesia, Perlu Peran Optimal Ormas Islam

    Kategori Berita Pemerintahan | Viska

    Jakarta Pusat, Kominfo – Pemerintah mendorong penerapan Islam Washatiyyah (moderasi Islam) di Indonesia, karena konsep tersebut sangat relevan dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki. Namun, pengamalan konsep tersebut di masyarakat tidaklah mudah. Untuk itu diperlukan peran ormas Islam untuk menggaungkannya, khususnya bagi kalangan muslim.

    “Saat ini pemerintah terus menggalakkan Islam wasathiyah di Indonesia sebagai upaya membangun kerukunan antarumat di dalam kemajemukan. Upaya ini tentunya membutuhkan peranan ormas Islam secara lebih optimal untuk terus menguatkan Islam wasathiyah tersebut di kalangan umat Islam,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri Pembukaan Muktamar XVI Persatuan Islam (PERSIS), secara virtual, Sabtu (24/09/2022).

    Menurut Wapres, pemerintah memiliki kesadaran penuh bahwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan global sangat membutuhkan peranan organisasi masyarakat.

    “Pemerintah menyadari peran organisasi masyarakat Islam dalam membangun bangsa ini juga sangat besar, baik melalui dakwah dan pendidikan, kegiatan sosial dan ekonomi kerakyatan, maupun pembangunan akhlak generasi muda menghadapi derasnya arus modernisasi dunia,” ujarnya.

    Lebih jauh, Wapres juga menyampaikan pentingnya kerja sama dalam pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, PERSIS diharapkan tidak hanya menjembatani aspirasi masyarakat secara konstruktif, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam merawat demokrasi dan membangun negeri, khususnya melalui pemberdayaan UMKM.

    “Sudah saatnya kita mengukuhkan sikap untuk bersama-sama bangkit dan membangun kembali ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, khususnya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang saat ini diprioritaskan pemerintah,” terang Wapres.

    Menutup sambutannya, Wapres berharap PERSIS dapat terus berkontribusi dalam membangun negeri melalui pola dakwah sesuai dengan Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW.

    “Saya mengajak seluruh pengurus dan keluarga besar PERSIS untuk melanjutkan dan mengembangkan pola dakwah yang bijak dan damai, sesuai tuntunan Al-Qur’an, serta ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Muktamar XVI PERSIS.

    “Selamat bermusyawarah untuk bermufakat. Mudah-mudahan kita bisa melahirkan sebuah organisasi yang luar biasa. Kami menitipkan masa depan Indonesia kepada PERSIS,” tutur Ridwan Kamil.

    Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepala Polisi Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Jawa Barat Suntana, Bupati Bandung Dadang Supriatna, serta Ketua Umum Pimpinan Pusat PERSIS Aceng Zakaria.

    Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi.

    Berita Terkait

    Perkuat Ekosistem Ekonomi Islam di Indonesia, Wapres Minta ISMI Siapkan Langkah Stategis

    ISMI berkesempatan besar menjadi agen penggerak (muharrik) bagi UMKM pangan halal. Selengkapnya

    Wapres: Jaga Keislaman, Keindonesiaan, dan Keumatan

    Wapres meminta KAHMI untuk bersama-sama menjaga keislaman, keindonesiaan, serta keumatan. Selengkapnya

    Presiden Sampaikan Strategi Indonesia Hadapi Masalah Ekonomi Dunia

    Presiden menjelaskan bahwa strategi pertama yang dilakukan Indonesia adalah hilirisasi dan industrialisasi bahan-bahan mentah yang dimiliki Selengkapnya

    Promosikan Fesyen Muslim, Wapres Minta BSI Dubai Selenggarakan Indonesian Muslim Fashion Week

    Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk fesyen muslimnya, karena didukung para desainer handal yang mampu menciptakan mo Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA