FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 11-2022

    277

    Wapres Serukan Umat Islam Lakukan Salat Gaib dan Doakan Korban Gempa

    Kategori Berita Pemerintahan | Irso

    Garut, Kominfo – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia imbas bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mencapai 272 orang. Bahkan terdapat sekitar 39 orang yang saat ini masih belum ditemukan.

    Terkait hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengimbau kepada segenap umat Islam di tanah air untuk melaksanakan salat Gaib dan mendoakan para korban gempa bumi Cianjur.

    “Kepada seluruh masyarakat, saya minta untuk di masjid-masjid terutama di pesantren-pesantren, masjid-masjid, untuk melakukan salat Gaib gaib [untuk] mereka yang sudah meninggal,” imbau Wapres saat memberikan keterangan pers usai menghadiri acara peringatan Hari Lahir (Maulid) Ke-18 Ponpes Al-Jauhari di Kampung Sangojar, Desa Sindanggalih, Karang Tengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022).

    Tidak hanya itu, Wapres pun mendoakan agar arwah para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sebagai syuhada.

    “Mudah-mudahan mereka yang sudah meninggal itu dalam keadaan syahid, insya Allah, aamiin,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa sehari setelah kejadian, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Cianjur Herman Suherman untuk memberikan instruksi terkait pelaksanaan tanggap darurat.

    “Saya meminta supaya pengungsi itu ditangani dengan baik, akomodasi, tempat tinggalnya, kemudian juga listrik, air dan bahkan saya minta ada _trauma center_ supaya anak-anak yang mengalami trauma itu juga diterapi,” ungkapnya.

    Selain itu, ia juga meminta agar rumah-rumah penduduk dan berbagai infrastruktur yang rusak segera diperbaiki.

    “Termasuk juga pesantren-pesantren, saya minta memang rumah yang rusak kecil (ringan) itu sudah ada keputusan oleh Presiden itu diberi 25 juta yang rusaknya berat itu 50 juta,” jelasnya.

    Adapun rumah yang tidak mungkin dibangun lagi karena lokasinya yang membahayakan, menurut Wapres akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.

    “Itu masih diinvestarisasi termasuk pesantren-pesantren, ini juga bagian daripada yang diinventarisasi, saya sudah meminta kepada Kementerian Agama [agar] mengambil langkah untuk mengatasi itu dan memberikan bantuan dan Satgas [Bencana] juga sedang [menginventarisasi],” pungkasnya.

    Mendampingi Wapres dalam keterangan pers ini, Bupati Garut Rudy Gunawan dan Pimpinan Umum Pondok Pesantren Al-Jauhari K.H. Jujun Junaedi. 

    Berita Terkait

    Wapres Tekankan SDM Unggul Jadi Pembawa Estafet Kepemimpinan Bangsa

    Sebuah bangsa wajib memiliki SDM unggul sebagai kunci menciptakan kemakmuran di bumi. Selengkapnya

    Presiden Tekankan Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan

    Selain itu, berkaitan dengan stabilitas keamanan dan kehidupan sosial, Kepala Negara juga menegaskan bahwa semua agama memiliki hak yang sam Selengkapnya

    Wapres Minta Pengelolaan Zakat Harus Amanah dan Profesional

    Wapres meminta pengelolaan Zakat yang dihimpun oleh BAZNAS agar di kelola secara amanah dan profesional Selengkapnya

    Presiden Dorong Daerah Turunkan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    Kepala Negara mendorong para kepala daerah untuk memanfaatkan teknologi dan platform aplikasi dalam memantau stunting di daerahnya seperti y Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA