FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    17 12-2023

    324

    Hadapi Revolusi Industri 5.0, Presiden Dorong Penguatan Kolaborasi ASEAN-Jepang

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003

    Tokyo, Kominfo - Presiden Joko Widodo mendorong penguatan kolaborasi antara ASEAN dan Jepang untuk menghadapi transformasi revolusi industri 5.0. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam agenda 3 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perayaan 50 Tahun Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-Jepang dengan tema “Heart to Heart Partners Across Generation” yang digelar di Hotel The Okura, Tokyo, Minggu (17/12/2023).

    “Selama 50 tahun ini, ASEAN-Jepang telah bahu-membahu memperkokoh kemitraan dan merekatkan masyarakat melalui program beasiswa dan pertukaran pemuda serta budaya. Namun, tantangan ke depan makin kompleks,” ujar Presiden.

    Oleh karena itu, Kepala Negara menuturkan sejumlah hal untuk memperkuat kerja sama antara ASEAN dan Jepang. Presiden menyebutkan salah satunya adalah dalam hal peningkatan kualitas talenta melalui kerja sama pendidikan dan pengembangan penelitian sesuai prioritas antarnegara.

    “Jejaring pebisnis muda dan startups harus diperkuat dan disiapkan untuk mempercepat pengembangan ekonomi digital dan industri strategis seperti manufaktur dan semikonduktor,” tuturnya.

    Selain itu, Presiden juga menilai bahwa kemudahan mobilitas masyarakat juga perlu ditingkatkan. Salah satunya melalui bantuan pelatihan bahasa hingga pengakuan bersama atau mutual recognition untuk keterampilan dan akademik.

    “Tahun 2030, angkatan kerja ASEAN diproyeksikan capai 385 juta jiwa, ini dapat digunakan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, baik terampil dan profesional di Jepang,” imbuhnya.

    Di samping itu, Presiden juga menilai bahwa kerja sama dalam sektor pariwisata dan inovasi teknologi pun harus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan. “Sektor pariwisata dan inovasi teknologi juga perlu terus kita tingkatkan guna mendorong mutual understanding dan pertumbuhan ekonomi di kawasan” pungkasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia meyakini hubungan antara ASEAN dan Jepang yang terjalin lintas generasi dan dari hati ke hati dapat menjembatani perbedaan di tengah dunia yang sedang terbelah.

    The bridge to peace and prosperity for mankind. That’s what we are,” tandasnya.

    Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, serta Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi.

    Berita Terkait

    Jadi Kunci Indonesia Maju, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas

    Pembinaan oleh Pemerintah ditargetkan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM. Selengkapnya

    Evaluasi Peretasan PDNS, Presiden: Semua Data Nasional Harus Direkam Cadang

    Dengan pengaturan kewajiban merekam cadang, setiap kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah akan memiliki cadangan data dan layanan se Selengkapnya

    Buka Rakernas Apeksi XVII, Presiden Tekankan Persiapan Menuju Kota Masa Depan

    Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah ingin menjadikan kota-kota di Indonesia sebagai kota masa depan yang nyaman, layak huni, da Selengkapnya

    Perangi Stunting, Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Optimalkan Anggaran

    Tim percepatan ini berfungsi untuk mengoordinasikan berbagai upaya penurunan stunting secara lebih efektif dan kolaboratif. Tim ini dipimpin Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA