FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    01 03-2022

    911

    Presiden Tak Ingin Indonesia Hanya Jadi Pasar Ekonomi Digital

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003

    Jakarta Selatan, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam ekonomi digital, yaitu diperkirakan mencapai USD146 miliar pada tahun 2025. Kontribusi ekonomi digital Indonesia juga diproyeksikan naik delapan kali di tahun 2030 yaitu di angka Rp4.531 triliun. Presiden menginginkan agar Indonesia menjadi pemain dalam ekonomi digital tersebut dan tidak hanya menjadi pasar.

    “Seluruh sektor digital juga mengalami pertumbuhan dua digit di tahun 2021. Tapi yang saya tidak ingin adalah Indonesia hanya menjadi pasar saja, Indonesia juga harus menjadi pemain,” ujar Presiden saat meresmikan Sea Labs Indonesia di Gedung Pacific Century Place, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (01/03/2022).

    Untuk mendukung hal tersebut, Presiden memandang bahwa ekosistem yang kondusif harus dibangun bersama-sama. Selain itu, Presiden juga ingin agar talenta-talenta digital Indonesia, baik di bidang kecerdasan buatan (AI), cloud computing, hingga blockchain, yang ada di luar negeri diundang untuk kembali ke Tanah Air.

    “Saya kira banyak yang anak-anak kita yang ada di luar yang perlu kita undang untuk kembali ke Tanah Air dalam rangka membangun sistem digital kita agar lebih baik,” imbuhnya.

    Presiden pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Sea dan Sea Labs Indonesia yang telah mengundang talenta digital Indonesia untuk kembali ke Tanah Air. Bahkan, di tahun 2023 pihak Sea mengatakan akan mengundang sekitar 1.000 talenta digital untuk bisa kembali ke Indonesia untuk masuk di Sea maupun Sea Labs Indonesia.

    “Saya kira ini, saya harus mengatakan apa adanya, saya sangat menghargai upaya-upaya yang seperti ini. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Kita harapkan bahwa perkembangan ekonomi digital ini bisa juga memicu pemasaran produk-produk UMKM yang seperti tadi saya lihat dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang merata dan berkeadilan,” tandasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berdialog dengan empat talenta digital Indonesia yang berada di luar negeri. Mereka adalah Ainun Najib yang saat ini menjabat sebagai Head of Analytics, Platform & Regional Business Grab Singapura, Rangga Garmastewira yang bekerja sebagai Tech Lead di SeaMoney Singapura, Chairuni Aulia Nusapati yang bekerja sebagai software engineer di Google UK, dan Veni Johanna yang menjabat sebagai Head of Frameworks Engineering di Asana Amerika Serikat.

    Untuk diketahui, Sea Labs Indonesia merupakan inisiatif Sea yang hadir untuk menumbuhkan industri digital Indonesia dan memberikan pelatihan intensif bagi talenta digital baru. Melalui kurikulum yang disiapkan oleh pakar teknologi dan digital serta peluang pelatihan kerja, Sea Labs Indonesia
    akan membangun tim yang terdiri dari 1.000 talenta digital Indonesia terutama engineer dan product manager, yang akan siap untuk berkontribusi melalui teknologi. Sea Labs Indonesia akan melibatkan guru dan mentor kelas dunia yang berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dengan talenta digital Indonesia.

    Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Chairman & CEO Group SEA Forrest Li, dan COO SEA Ye Gang.

    Berita Terkait

    Presiden Dorong Transformasi Polri Jadi Institusi Modern

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi Indonesia termasuk Polri. Selengkapnya

    Presiden Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Tjahjo Kumolo

    Presiden Joko Widodo mengenang almarhum Tjahjo sebagai pribadi yang tenang dan sederhana. Menurut Presiden, Tjahjo juga merupakan seorang to Selengkapnya

    Presiden: Indonesia Siap Menjembatani Komunikasi Rusia-Ukraina

    Presiden menegaskan bahwa penyelesaian damai penting untuk terus dikedepankan dan juga ruang-ruang dialog terus dibuka. Selengkapnya

    70 Tahun Hubungan Indonesia-Kanada, Presiden Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi

    Presiden mendorong penuntasan perundingan ICA-CEPA pada 2023 yang akan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha Indonesia dan Kanada. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA