FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    26 04-2022

    469

    Wapres Minta Keluarga Indonesia Tingkatkan Kesadaran dan Kewaspadaan Hadapi Bencana

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003
    Petugas memantau aplikasi pelaporan bencana di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD DIY, Semaki, Yogyakarta, Senin (25/4/2022). BPBD DIY meluncurkan aplikasi Pamor (Pusat Data Emergency Operation) sebagai media pelaporan kejadian kebencanaan untuk mempercepat dukungan respon bencana - (antara)

    Jakarta Pusat, Kominfo – Gugusan kepulauan yang dikelilingi lautan, serta gunung berapi sering kali menyebabkan Indonesia menjadi rawan bencana. Untuk itu, keluarga Indonesia harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, sehingga siap menghadapi bermacam-macam bencana yang datang kapanpun dan di manapun.

    “Penyelenggaraan HKB tahun ini saya harap semakin mendorong kesadaran dan kewaspadaan keluarga Indonesia dalam menghadapi dan bertahan di tengah rupa-rupa bencana, sehingga kemudian mampu segera bangkit dan memulihkan kehidupannya pascabencana,” ucap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa, (26/04/2022).

    Dalam peringatan yang dilakukan tiap tanggal 26 April dan mengusung tema “Siap untuk Selamat” tersebut, Wapres menuturkan, tema tersebut sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

    Wapres juga menekankan arti penting penguatan eksistensi keluarga sebagai pilar pembangunan bangsa, utamanya dalam mewujudkan keluarga tangguh bencana, untuk menjadikan Indonesia siap siaga bencana.

    Selanjutnya, Wapres menilai upaya siap siaga terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi harus menjangkau ke seluruh masyarakat yang beragam.

    “Ke depan, upaya antisipasi dan respons bencana haruslah diperluas jangkauannya, menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dan yang terpenting, ditanamkan sedari dini,” tegasnya.

    Wapres pun menyadari penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya sadar bencana menuju Indonesia tangguh bencana.

    “Untuk itu, saya mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk ikut serta, dan berpartisipasi aktif pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022,” tutur Wapres.

    Terakhir, untuk mendukung HKB ini, Wapres mengimbau masyarakat untuk membunyikan tanda secara serentak di seluruh Indonesia.

    “Baik sirine, kentungan, maupun lonceng, pada tanggal 26 April 2022 pukul 10 pagi waktu setempat, sebagai tanda dimulainya latihan simulasi evakuasi mandiri, dan segera menuju tempat aman terdekat,” imbau Wapres.

    “Bersama-sama kita sukseskan HKB 2022. Siap untuk selamat. Salam Tangguh dan Salam Kemanusiaan,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan bahwa sebagai upaya penanggulangan bencana baik dari mulai tahap pencegahan, tahap tanggap darurat, maupun pascabencana, membutuhkan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak. Partisipasi dibutuhkan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga diperlukan kolaborasi dari berbagai lini, yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga usaha, akademisi dan masyarakat atau komunitas. Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi energi besar, untuk membangun peradaban bangsa, berbasis pengurangan resiko bencana.

    “Momen epik hari ini adalah salah satu upaya membangun ketangguhan bangsa, Hari Kesiapsiagaan Bencana merupakan ikhtiar kita dalam membangun bangsa, membangun peradaban berbasis pengurangan resiko bencana, pembangunan karakter budaya sadar bencana yang terikat kuat sejak dini perlu kita tumbuhkan,” jelas Suharyanto.

    “Kekuatan sosial utama kita adalah berupa kesetiakawanan, kegotongroyongan, kedermawanan, dan partisipasi semua pihak. Salah satu kekuatan yang kita miliki adalah potensi dan kekuatan dari relawan penanggulangan bencana,” tandasnya.

    Sebagai informasi, peringatan HKB 2022 ini dilanjutkan dengan latihan evakuasi bencana mandiri secara serentak di enam titik, antara lain Desa Tlogolele dan Desa Klakah, Kab. Boyolali, Desa Kemiren, Kab.Klaten, Desa Balerante Kab.Klaten, Desa Galagaharjo, Kab.Sleman dan Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta.

    Hadir pula dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Kepala BMKG Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Perwakilan Pemerintah Provinsi DIY, Perwakilan Perguruan Tinggi, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng dan Jogja.

    Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

    Berita Terkait

    Wapres: Bangsa Indonesia Kehilangan Orang Baik dan Banyak Jasa untuk Bangsa dan Negara

    Wapres menceritakan bahwa almarhum Tjahjo Kumolo semasa hidupnya merupakan seorang pekerja keras dalam setiap tugasnya. Selengkapnya

    Wajah Baru Sarinah, Wapres: Upaya Nyata Tingkatkan Standar dan Perluas Pasar UMKM

    Peningkatan mutu dan standar ini dapat terlihat dengan jelas. Sebab, sebelum sebuah produk dapat memasuki etalase, telah dilakukan penyaring Selengkapnya

    Upaya Pemerintah Tingkatkan Performa Pengelolaan Keuangan Negara yang Inklusif

    Presiden Joko Widodo meyakini, penerapan tata kelola yang baik akan mendorong pencapaian target dan sasaran program. Selengkapnya

    Dirjen WHO Apresiasi Kepemimpinan Indonesia di G20 dan Penanganan Covid-19

    Menurut Dirjen WHO, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pencapaian terbaik di bidang vaksinasi dibandingkan dengan negara-negara la Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA