FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    15 06-2022

    262

    Jadi Komponen Penting Transisi Energi, RI Tekankan Teknologi, Market, dan Green Financing

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003

    Jakarta Pusat, Kominfo - Isu mengenai energy security sedang menjadi fokus berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Saat ini Indonesia tengah mengembangkan energi baru terbarukan mulai dari pembangkit listrik tenaga air, angin, surya, dan geothermal. Komitmen Pemerintah ini juga terwujud dengan masuknya isu transisi energi dalam isu prioritas Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai salah satu panelis menyampaikan bahwa dalam Forum G20 tengah dibuat mekanisme pembiayaan untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) oleh pembiayaan internasional.

    “Pembiayaan dalam proses transisi energi menjadi penting agar harga energi tetap bisa terjangkau. Pembuatan mekanisme ini juga penting sembari melihat bagaimana model mekanisme ini berkerja. Jika bisa bekerja, kita akan duplikasikan ke tempat lain,” ujarnya dalam acara Indonesia-Singapura Business Forum yang berlangsung secara hibrid dari Jakarta Pusat, Selasa (14/06/2022). 

    Dalam acara yang merupakan bagian dari kegiatan engagement group B20 itu, Menko Airlangga menyatakan bahwa Indonesia dan Singapura bisa berkolaborasi dalam melakukan transisi energi. Kerja sama bisa dilakukan pada proyek EBT yang sedang dilakukan oleh Indonesia yang berbasis geothermal, hydropowerwind turbine, dan solar panel.

    Perlu diketahui bahwa Indonesia berupaya menurunkan emisi di sektor energi melalui phasing down batu bara secara gradual untuk menuju Net Zero Emissions pada tahun 2060. Untuk mencapai hal tersebut, telah disiapkan kebijakan Energy Transitions Mechanism (ETM) berupa Cap and Trade dan Cap and Tax. Kebijakan ETM merupakan pendekatan transformatif dengan cara pembiayaan gabungan (blended finance) yang berupaya mempercepat pengurangan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada, untuk kemudian menggantikannya dengan energi bersih.

    “Tiga komponen penting dalam melakukan transisi energi adalah akses teknologi, market itu sendiri, dan kombinasi keduanya melalui green financing. Pemerintah Indonesia juga mengembangkan dan meluncurkan Sukuk Hijau serta menetapkan harga karbon yang berbasis pada cap and trade,” ujar Menko Airlangga

    Peta Jalan Transisi Energi Hijau ini diharapkan akan mendukung pencapaian target Net Zero Emissions pada tahun 2060 dengan tetap mengedepankan transisi energi yang adil dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia dan Pemerintah serta memberikan kepastian iklim berusaha bagi investor.

    Menutup penjelasannya dalam rangkaian acara B20 tersebut, Menko Airlangga mengatakan bahwa deliverables dari pilot plan menjadi kunci sehingga Forum G20 tidak hanya menghasilkan ringkasan naratif tetapi juga hasil yang nyata yang bisa ditunjukkan ke dunia, untuk kemudian direplikasi di negara lain. 

    Berita Terkait

    Presiden: Sarinah Ikon Penting Bangsa yang Rekatkan Memori Antargenerasi

    Presiden pun berpesan agar transformasi Sarinah bukan hanya berupa bangunan fisiknya saja, tetapi juga melingkupi semangat, strategi, komitm Selengkapnya

    Wapres Tekankan Arti Penting Kolaborasi Antarpemda dan Pemangku Kepentingan

    Wapres menyebutkan setidaknya ada 6 (enam) hal yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk mengawal pembangunan yang berkelanjutan. Selengkapnya

    Wapres: Indonesia Perlu SDM Unggul Teknologi Pertanian, Perdagangan, dan Perindustrian

    Peran pesantren di bidang pertanian dan perdagangan juga sangat besar khususnya dalam memajukan ekonomi umat. Selengkapnya

    Presiden Ungkapkan Tiga Tantangan Besar Dalam Transisi Energi yang Berkeadilan

    Kepala Negara menilai, terdapat tiga tantangan besar dalam transisi energi yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA